Friday, July 27, 2012

MAKALAH MIKROBIOLOGI | Teknik Kultur Murni


BAB I
PENDAHULUAN
Berbicara dalam kajian kultur murni, penulis mengingat bioteknologi yang menunjukkan perkembangan biologi di dewasa ini. Baik di biokimia, genetika, biologi molekuler dan yang utama didalam mikrobiologi.
Dewasa ini penerapan bioteknologi sangat penting diberbagai bidang misalnya pengolahan bahan pangan, farmasi, pertanian, kesehatan dimana yang sebagai objeknya adalah bakteri, virus dan jamur.
Jadi pembahasan makalah ini, penulis berbicara tentang kultur murni yaitu teknik / metode yang digunakan dalam mengembangkan organisme.
PENGANTAR KULTUR MURNI
Mendapatkan kultur murni berbagai mikroorganisme dikenal beberapa metode yang digunakan, isolasi merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan sehingga diperoleh kultur murni yang berasal dari satu koloni.
Saat ini telah dikembangkan metode isolasi menggunakan meromanipulator yang lebih efisien untuk pekerjaan isolasi secara rutin. Untuk memperoleh kultur tunggal maka metode pengenceran sering digunakan namun sekarang mulai menemukan kemungkinan pengenceran pada permukaan padat.
Sampel ditempatkan disatu titik pada medium pertumbuhan padat yang steril dan kemudian menggunakan jamur steril, sampel (mokulum) digoreskan beberapa kali diatas permukaan media. Beruntun masing – masing mewakili proses pengenceran sehingga diperoleh sel tunggal disepanjang garis tersebut. Metode ini dipelopori oleh Robert Koch. Alternatif untuk metode beruntun adalah metode tuang sampel diencerkan dan dicampur dengan medium pertumbuhan yang sebelumnya diencerkan dan dicampur dengan medium pertumbuhan yang sebelumnya diencerkan pada suhu yang sesuai. Campuran dituangkan kedalam cawan petri dan di inklubasi, setiap sel menghasilkan sebuah koloni dalam media.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Tekhnik Kultur Murni
Kultur adalah organisme yang ditumbuhkan dalam kultur media didalam pertumbuhan mikroorganisme dengna tekhnik kultur murni. Dikenal juga metode yang digunakan dilaboratorium, yaitu :
1.      Pour plate methode (metode tebar)
2.      Streak plate method (metode gores)
3.      Spread plate method (metode tuang)
4.      metode tusuk

1.1.  Metode tebar
Metode tebar adalah metode yang menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril, setetes mokolum diletakkan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petri. Kultur ini disebarkan dalam medium batang yang sama yang dapat digunakan menginokurasikan dua pinggan untuk penyebaran bakteri agar merata dengan baik pada beberapa pinggan akan muncul koloni yang terpisah – pisah (wirami, 2007).
1.2.  Motedo Gores
Teknik ini lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi memerlukan ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum digoreskan di permukaan media agar nutrien dalam cawaan petri dengan jarum pindah (lup inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.
Cara penggarisan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk lempeng. Bila dilakukan dengan baik teknik inilah yang paling praktis. Dalam pengerjaannya terkadang berbeda pada masing-masing laboratorium tapi tujuannya sama yaiitu untuk membuat goresan sebanyak mungkin pada lempeng medium pembiakan (Kusirianto, 2006).
            Ada beberapa teknik dalam metode goresan yaitu :
a.       Goresan T



b.      Goresan Kuadran


c.       Goresan Radiasi


d.      Goresan Sinambung


1.3.  Metode Tuang
Isolasi menggunakan media cair dengna cara pengeceran dasar melakukan pengeceran adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga pada suatu saat hanya diemukan satu sel di dalam tabung (Winarni, 1997)

1.4.  Metode Tusuk
Metode tusuk yaitu dengan cara memberikan atau menusukkan ujung jarum yang didalamnya terdapat indection, kemudian dimasukkan kedalam media (winarmi 1997).
B. Cara Kerja Dalam Metode Tertentu
Bagian ini perlu diketahui pembaca bahwa penulis hanya menemukan cara kerja dari metode gores dan metode tebar. Untuk metode tusuk dan tuang kita pertanyakan kepada pembimbing mikrobiologi.
1.A. Cara Kerja Metode Gores
Metode gores ini dapat dilakukan pada dua media yaitu media agar miring dan media agar datar.
a.       cara kerja metode gores pada media agar miring
-          spesies mikroorganisme ditulis nama, tanggal serta nama praktikum ditulis pada tabung reaksi
-          biakan induk dalam tabung reaksi di media agar miring yang telah disterilkan diletakkan pada telapak kiri.
-          Dipanaskan jarus ase pada nyala api lampu spritus hingga membara
-          Dibuka sumbat kapasa pada biakan induk dengan jari manis
-          Disumbat kapas pada biakan induk ditutup
-          Disumbat kapas media agar miring yang akan diinokulasi mikroorganisme dibuka dengan cara yang sama dengan langkah A. kemudian ujung jarum ase yang sudah mengandung mikroorganisme digeserkan dengan hati – hati diatas permukaan agar, dimulai dari dasar tabung secara zig-zag menuju kebagian atas tabung
-          Disumbat kapas ditutup secepatnya pada media yang telah diinokulasi. Dipanaskan ujung jarum ase kembali sampai membara untuk memusnahkan mikroorganisme yang masih menempel.
-          Disimpan biakan yang baru diinokulas dalam membator diamati, digambar dan diberi keterangan pertumbuhan koloni bakteri.
b.      Cara kerja metode gores pada media agar datar.
-          ditulis spesies mikroorganisme, tanggal serta nama praktikum pada cawan petri
-          biakan induk dalam tabung reaksi diletakkan pada telapan kiri.
-          Dipanaskan jarum ase pada nyala api lampu spritus hingga membara
-          Dibuka sumbat kapas pada biakan induk dan manis.
-          Disumbat kapas pada  biakan induk ditutup
-          Dipanaskan pinggiran cawan petri untuk proses sterilisasi cawan petri
-          Dibuka sedikit tutup cawan petri untuk melakukannya di dekat api bunsen.
-          Digeserkan yang jarum ase yang sudah mengdung mengorganisme dengan baik – baik di atas permukaan agar, dimulai dari ata spermukaan secara zig-zag menuju kebagian bawah (Yoresan T dan waklam)
-          Dengan biakan yang baru diinokulasi dalam inkubator. Diamati, digambar dan dalam keterangan pertumbuhan koloni bakteri
C. Macam – macam media dalam inokulasi
Ada beberapa media yang digunakan untuk inkulasi yaitu
1.      mixed culture berisi dua atau lebih spesies mikroorganisme


2.      Plate Culture         : media padat dalam petridish


3.      Slant Culture : media padat dalam tabung reaksi, penamaannya dengan cara penusukan



4.      Stap culture : media padat dalam tabung reaksi penamaannya dengan cara penusukan



5.      Liguul culture : media cair dalam tabung reaksi


6.      shale Culture : media cair dalam tabung reaksi yang penanamannya di kocok.
(Dwi Josepturd, 1998)


D. Cara Menyelidiki Kultur Murni
Dalam keadaan sebenarnya boleh kita katakan tidak ada bakteri yang hidup tersendiri terlepas dari sepesies lainnya. Kerapkali bakteri patogen kedapatan bersama-sama bakteri saproba untuk menyelidiki suatu spesies ada dikenal beberapa cara yaitu :

  1. Dengan Pengeceran
Suatu sampel dari suspensi yang berupa campuran bermacam-macam sepies diencerkan dalam suatu tabung tersendiri.
  1. Dengan penuangan
Mengambil sedikit sampel campuran bakteri yang sudah diencerkan dan disebarluaskan di dalam medium dari karet dan gelatin encer.
  1. Dengan penggesekan
Menggunakan ujung kawat inokulasi yang dibengkokkan, kemudian disentuhkan kekoloni lalu digesekkan pada permukaan medium padat.
  1. Dengan mengucilkan suatu sel
Mikropipet adalah alat yang dapat memungut satu bakteri dari sekian banyak, tidak ada ikut serta bakteri lain. Mikropipet dibuat tetesan bergantung pada kaca penutup. Hal ini dilakukan di bawah mikroskop
  1. Dengan inokuasi hewan
Metode ini didasarkan atas suatu kenyataan, bahwa tidak semua bakteri dapat tumbuh di daerah di dalam seekor hewan. Inokulasi ini dapat dilakukan di dalam kulit, di dalam otot, dalam rongga tubuh dan lain-lain.

BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian yang ditinjau dari hasil praktikum maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa teknik inokulasi adalah teknik pemindahan bakteri ke dalam media dengan perlahan. Khusus untuk mempertahankan kemurnian biakan bakteri. Teknik inokulasi harus benar-benar aseptik atau setral supaya tidak terjadi kontaminasi oleh mikroorganisme lain. Pertumbuhan mikroorganisme pada metode-metode pada panjelesan ini, bisa saja terhambat atau tidak dapat busuk dikarenakan beberapa paktor. Namun, penyusun belum mengetahui faktor tersebut karena belum studi praktikum secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA
Http: // www.scribd/doc/18656107/teknik-inokulasi-mikororganisme
Http: // Nurhidayat.lecture.ub.ac.id/2011/09/metode-lectur-murni/ diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul 13.00 wib.
Winarni, D. 1997 Diktat Teknik Fermentasi.  Program Studi D3 Teknik Kimia FTI- ITS : Surabaya
Waluyo. L. 2005. Mikrobiologi Umum. MM. Press: Malang
Tri Suhari, Theresia. 2008. Mikrobiologi Umum Universitas Atma Jaya : Yogyakarta.
Zulkarnain. 2009. Kultur Jaringan Tanaman.  Bumi Aksara. Jambi

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Kesediaannya untuk Berkomentar. Saya Sangat menghargai Setiap Komentar, Masukkan, Saran, dan Kritik yang sekiranya dapat Membangun Blog ini agar lebih baik Kedepannya. Berkomentarlah dengan sopan dan santun & "No Spam"..
Terima Kasih atas Kunjungannya...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Materi Belajar Online